top of page

MERO BLOGSPOT & ARTICLES

Challenging Perspectives in Marine Conservation

Creator: M Ramdan P

Published: 26 February 2026

Marine conservation is not always learned through field research or diving activities. For Ram, a Biology graduate currently participating in an internship program at the Marine Education Research Organization (MERO), a deeper understanding of marine conservation has emerged through his involvement in the Community Outreach and Development Division. 

Stepping Beyond the Familiar Path 

With an academic background in Biology, Ram was accustomed to studying marine ecosystems from a scientific and theoretical perspective. However, through the internship program at MERO, he chose to challenge himself by engaging directly in the social dimensions of marine conservation. 

 

“This internship has been a very different experience for me. I usually study the ocean from a biological and ecological perspective, but now I am learning how marine conservation issues can be communicated to the public,” Ram explained. 

During his internship in the Community Outreach and Development Division, Ram was involved in designing environmental education activities, developing conservation communication materials, and preparing for direct engagement with coastal communities. Through these experiences, he gained an understanding that the success of marine conservation efforts is highly dependent on clear messaging and active public participation. 

For Ram, conservation is not solely about protecting ecosystems, but also about building awareness and engaging communities in sustainable marine stewardship. 

Learning Behind the Scenes of Conservation Programs 

During the first two weeks of his internship, Ram was involved in various activities related to program planning and management. His tasks included preparing budget plans, developing Terms of Reference (TOR), and designing concepts for education and conservation action programs. 

 

“So far, much of my work has focused on program planning, from developing activity concepts and calculating budget requirements to ensuring that programs are realistic and feasible for implementation,” he said. 

Although he has not yet been directly involved in field activities such as research or diving, Ram views this experience as an essential part of understanding how conservation organizations operate as a whole. He recognizes that thorough planning is a fundamental requirement for conservation programs to be effective and sustainable. 

According to Ram, without clear budgeting, structured role distribution, and solid planning, field-based conservation activities risk being inefficient or unsustainable. 

1. RAM.jpeg

© MERO Foundation

Challenges Beyond the Academic Sphere 

Transitioning from an academic environment to the field of community development presented new challenges. These challenges arose not only because the field was different, but also because its application is broader and more impact-oriented. 

 

“Technically, tasks such as preparing budgets or TORs are not entirely new to me. I worked on similar documents during my involvement in student organizations. However, at MERO, I learned how these administrative aspects truly shape the direction and sustainability of conservation programs,” he noted. 

Through this experience, Ram has come to understand that the success of marine conservation is not determined solely by strong scientific data, but also by solid planning, effective governance, and the ability to translate ideas into realistic and impactful programs. 

An Early Step in a Conservation Journey 

Although the internship has only been underway for two weeks, Ram considers his experience at MERO to be an important first step in his professional development in the field of marine conservation. He hopes that this experience will serve as a foundation for understanding conservation in a more holistic manner, encompassing both scientific approaches and community empowerment. 

 

“This internship has taught me that marine conservation is inherently multidisciplinary. Biological science is essential, but without strong community outreach and effective program development, its impact can be very limited,” Ram concluded. 

Menantang Diri di Dunia Konservasi Laut melalui Community

Creator: M Ramdan P

Published: 26 Februari 2026

Konservasi laut tidak selalu dipelajari melalui penelitian lapangan atau aktivitas penyelaman. Bagi Ram, seorang sarjana Biologi yang saat ini menjalani program magang di Marine Education Research Organization (MERO), pemahaman tentang konservasi laut justru diperdalam melalui keterlibatannya di Divisi Community Outreach and Development. 

 

Keluar dari Jalur yang Biasa 

Berlatar belakang pendidikan Biologi, Ram terbiasa mempelajari ekosistem laut dari sudut pandang ilmiah dan teoritis. Namun, melalui program magang di MERO, ia memilih untuk menantang diri dengan terjun langsung ke aspek sosial dalam upaya konservasi laut. 

“Magang ini menjadi pengalaman yang cukup berbeda bagi saya. Biasanya saya belajar tentang laut dari sisi biologi dan ekologi, sekarang justru belajar bagaimana isu konservasi laut dapat dikomunikasikan kepada masyarakat,” ungkap Ram. 

Selama menjalani magang di Divisi Community Outreach and Development, Ram terlibat dalam penyusunan kegiatan edukasi lingkungan, pengembangan materi komunikasi konservasi, serta persiapan interaksi langsung dengan masyarakat pesisir. Dari pengalaman tersebut, ia memperoleh pemahaman bahwa keberhasilan konservasi laut sangat bergantung pada kejelasan pesan yang disampaikan serta partisipasi aktif publik. 

Bagi Ram, konservasi tidak hanya berkaitan dengan perlindungan ekosistem, tetapi juga tentang membangun kesadaran dan melibatkan komunitas dalam upaya menjaga lingkungan laut secara berkelanjutan. 

 

Belajar dari Balik Layar Program Konservasi 

Pada dua minggu pertama masa magangnya, Ram terlibat dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan perencanaan dan pengelolaan program. Beberapa tugas yang dikerjakannya meliputi penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB), pembuatan Term of Reference (TOR), serta pengembangan konsep kegiatan untuk program edukasi dan aksi konservasi. 

“Sejauh ini saya banyak terlibat dalam perencanaan program, mulai dari menyusun konsep kegiatan, menghitung kebutuhan anggaran, hingga memastikan program tersebut realistis untuk diterapkan di lapangan,” jelasnya. 

Meskipun belum terjun langsung ke aktivitas lapangan seperti penelitian atau penyelaman, Ram memandang pengalaman ini sebagai bagian penting dalam memahami cara kerja organisasi konservasi secara menyeluruh. Ia menyadari bahwa perencanaan yang matang merupakan fondasi utama agar program konservasi dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. 

Menurutnya, tanpa perhitungan anggaran yang jelas, pembagian peran yang terstruktur, serta perencanaan yang solid, kegiatan konservasi di lapangan berisiko tidak berjalan optimal. 

1. RAM.jpeg

© MERO Foundation

Tantangan di Luar Bidang Akademik 

Peralihan dari dunia akademik ke ranah pengembangan komunitas menghadirkan tantangan tersendiri. Tantangan tersebut bukan semata karena bidang yang baru, melainkan karena konteks penerapannya yang lebih luas dan berorientasi pada dampak nyata. 

“Secara teknis, pekerjaan seperti menyusun RAB atau TOR bukan hal yang sepenuhnya asing bagi saya. Saya pernah mengerjakannya saat aktif di organisasi kemahasiswaan. Namun, di MERO saya belajar bahwa aspek administratif ini benar-benar menentukan arah dan keberlanjutan program konservasi,” ujarnya. 

Melalui pengalaman ini, Ram semakin memahami bahwa keberhasilan konservasi laut tidak hanya ditentukan oleh kekuatan data ilmiah, tetapi juga oleh perencanaan yang solid, tata kelola yang baik, serta kemampuan menerjemahkan ide menjadi program yang realistis dan berdampak. 

 

Langkah Awal dalam Perjalanan Konservasi 

Meski baru berjalan dua minggu, Ram menilai program magang di MERO sebagai langkah awal yang penting dalam perjalanan pengembangan dirinya di bidang konservasi laut. Ia berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal untuk memahami konservasi secara lebih utuh, mulai dari aspek sains hingga pemberdayaan masyarakat.

“Magang ini mengajarkan saya bahwa konservasi laut bersifat multidisipliner. Ilmu biologi sangat penting, tetapi tanpa community outreach dan pengembangan program yang baik, dampaknya dapat menjadi sangat terbatas” tutupnya. 

bottom of page