top of page

MERO BLOGSPOT & ARTICLES

Exploring the Microscopic World through SEM at MERO Foundation 

Creator: Niken Sitalaksmi Siagian

Published: 26 February 2026

During my three weeks at MERO Foundation, I came to realize that understanding marine organisms does not always begin with what is immediately visible to the naked eye. My experience in the SEM and taxonomy division introduced me to a new perspective on marine biodiversity, one that emphasizes the importance of small details that are often overlooked. 

In the early stages of studying marine organisms, identification is generally based on visual observation. Shape, color, and size are typically the first characteristics examined, as they are the easiest to observe. While this approach is useful as an initial step, it is not always sufficient to accurately identify an organism, particularly when dealing with species that appear similar at a macroscopic level. 

The limitations of visual observation became increasingly apparent as I began to study taxonomy more deeply. Many distinguishing characteristics exist at the microscopic scale, making them impossible to observe with the naked eye or even with a light microscope. At this point, the use of a Scanning Electron Microscope (SEM) becomes essential in supporting the identification and classification of marine organisms at MERO Foundation. 

4. NIKEN.jpeg

© MERO Foundation

1. NIKEN.jpeg

© MERO Foundation

SEM allows for detailed observation of the surface structures of marine organisms. Features such as surface patterns, pores, and other microscopic structures can be clearly visualized. This information is extremely valuable in distinguishing organisms that may appear visually similar but possess distinct morphological characteristics at the micro scale. 

Unlike light microscopes, SEM operates using an electron beam to produce images. The shorter wavelength of electrons enables much higher image resolution. With this capability, SEM can display surface details at magnifications of thousands of times, allowing the resulting morphological data to be more accurate and scientifically reliable. 

However, the effectiveness of SEM does not rely solely on the technology itself. Sample preparation plays a critical role in the observation process. Each sample has unique characteristics, meaning that preparation methods cannot be standardized across all specimens. Precision in handling samples is essential, as even small errors can significantly affect the overall quality of the observations. 

3. NIKEN.png

© MERO Foundation

2. NIKEN.bmp

© MERO Foundation

One of the most crucial stages in sample preparation is the coating process. Samples are coated with conductive materials such as gold or platinum to ensure image stability during observation. The thickness of the coating must be carefully controlled: layers that are too thick can obscure surface details, while layers that are too thin can reduce image quality. 

Once preparation is complete, samples are placed inside the SEM vacuum chamber for observation. The analysis is conducted via a computer screen, where the operator can adjust magnification, focus, contrast, and brightness. Observations typically begin with a general overview and gradually progress to finer surface details. This stage requires careful attention and analytical skills to accurately interpret the information displayed. 

Despite its significant advantages in morphological studies, SEM has certain limitations. It only reveals surface structures and cannot display the internal features of a sample. Additionally, the size of samples that can be observed is limited by the dimensions of the SEM vacuum chamber, meaning not all objects can be analyzed using this instrument. 

Overall, my experience using SEM at MERO Foundation provided a new understanding of the importance of detail in the study of marine biodiversity. Through this process, I not only learned how to operate advanced scientific equipment but also gained an appreciation for the precision, patience, and analytical thinking required to interpret scientific information that is not immediately visible. The microscopic world I encountered during my internship has become an essential part of how I now understand the complexity of marine life. 

Melihat Dunia Mikro dengan SEM di MERO Foundation 

Creator: Niken Sitalaksmi Siagian

Published: 25 Februari 2026

Selama tiga minggu berada di MERO Foundation, saya menyadari bahwa memahami organisme laut tidak selalu bisa dimulai dari apa yang langsung terlihat oleh mata. Pengalaman saya di divisi SEM dan taksonomi memperkenalkan saya pada cara pandang baru terhadap keanekaragaman hayati laut, terutama pada detail-detail kecil yang selama ini sering terlewatkan. 

Pada tahap awal, pengenalan organisme laut umumnya dilakukan melalui pengamatan visual. Bentuk, warna, dan ukuran menjadi ciri pertama yang diperhatikan karena paling mudah diamati. Pendekatan ini memang membantu sebagai langkah awal, tetapi tidak selalu cukup untuk memastikan identitas suatu organisme, terutama ketika berhadapan dengan spesies yang tampak mirip secara kasatmata. 

Keterbatasan pengamatan visual menjadi semakin jelas ketika saya mulai mempelajari taksonomi lebih dalam. Banyak karakter pembeda justru berada pada skala mikro, sehingga tidak dapat diamati dengan mata telanjang maupun mikroskop cahaya. Pada titik inilah penggunaan Scanning Electron Microscope (SEM) menjadi sangat penting dalam mendukung proses identifikasi dan klasifikasi organisme laut di MERO Foundation. 

4. NIKEN.jpeg

© MERO Foundation

1. NIKEN.jpeg

© MERO Foundation

SEM memungkinkan pengamatan permukaan organisme laut secara lebih rinci. Struktur seperti pola permukaan, pori-pori, dan bentuk mikroskopis lainnya dapat terlihat dengan jelas. Informasi ini sangat membantu dalam membedakan organisme yang secara visual tampak serupa, tetapi memiliki karakter morfologi yang berbeda pada skala mikro. 

Berbeda dengan mikroskop cahaya, SEM bekerja menggunakan berkas elektron untuk menghasilkan citra. Panjang gelombang elektron yang lebih pendek memungkinkan resolusi gambar yang jauh lebih tinggi. Dengan kemampuan ini, SEM dapat menampilkan detail permukaan objek hingga ribuan kali perbesaran, sehingga data morfologi yang diperoleh menjadi lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. 

Namun, penggunaan SEM tidak hanya bergantung pada teknologi alatnya. Tahap persiapan sampel justru memegang peranan yang sangat penting. Setiap sampel memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga metode preparasinya tidak bisa disamakan. Ketelitian dalam menangani sampel menjadi kunci utama, karena kesalahan kecil dapat memengaruhi hasil pengamatan secara keseluruhan. 

Salah satu tahap krusial dalam persiapan sampel adalah proses pelapisan atau coating. Sampel dilapisi dengan bahan konduktif seperti emas atau platinum agar dapat menghasilkan citra yang stabil saat diamati. Ketebalan lapisan harus dikontrol dengan tepat, karena lapisan yang terlalu tebal dapat menutupi detail permukaan, sementara lapisan yang terlalu tipis dapat menurunkan kualitas citra. 

3. NIKEN.png

© MERO Foundation

2. NIKEN.bmp

© MERO Foundation

Setelah preparasi selesai, sampel dimasukkan ke dalam ruang vakum SEM untuk dilakukan pengamatan. Proses observasi dilakukan melalui layar komputer, di mana operator dapat mengatur perbesaran, fokus, kontras, dan kecerahan. Pengamatan biasanya dimulai dari tampilan umum, kemudian dilanjutkan ke detail permukaan yang lebih halus. Tahap ini membutuhkan ketelitian serta kemampuan analisis agar informasi yang terlihat dapat diinterpretasikan dengan tepat. 

Meskipun sangat membantu dalam studi morfologi, SEM memiliki beberapa keterbatasan. Alat ini hanya menampilkan struktur permukaan dan tidak dapat memperlihatkan bagian dalam sampel. Selain itu, ukuran sampel yang dapat diamati juga terbatas oleh ruang vakum SEM, sehingga tidak semua objek dapat dianalisis menggunakan alat ini. 

Secara keseluruhan, pengalaman menggunakan SEM di MERO Foundation memberikan pemahaman baru bagi saya tentang pentingnya detail dalam studi keanekaragaman hayati laut. Melalui proses ini, saya tidak hanya belajar mengoperasikan alat, tetapi juga memahami pentingnya ketelitian, kesabaran, dan cara membaca informasi ilmiah dari hal-hal yang tidak langsung terlihat. Dunia mikro yang saya temui selama magang menjadi bagian penting dalam cara saya memahami kompleksitas kehidupan laut. 

bottom of page